Showing posts with label wawasan. Show all posts
Showing posts with label wawasan. Show all posts

Saturday, March 11, 2023

4 Manfaat Perdagangan Internasional

4 Manfaat Perdangan Internasional


Perdagangan internasional adalah pertukaran barang dan jasa antara negara-negara yang berbeda. Ada banyak manfaat dari perdagangan internasional, baik untuk negara-negara individu maupun global secara keseluruhan. Berikut adalah empat manfaat utama dari perdagangan internasional:


Pertumbuhan ekonomi

Perdagangan internasional dapat mendorong pertumbuhan ekonomi karena memungkinkan negara-negara untuk memanfaatkan keunggulan komparatif mereka. Keunggulan komparatif adalah kemampuan suatu negara untuk memproduksi suatu barang atau jasa dengan biaya yang lebih rendah daripada negara lain. Dalam perdagangan internasional, negara-negara dapat mengimpor barang yang lebih mahal untuk diproduksi di negara mereka dan kemudian mengekspor barang yang mereka produksi dengan biaya yang lebih rendah. Dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan efisiensi produksi dan pertumbuhan ekonomi.


Peningkatan pilihan konsumen

Perdagangan internasional juga memberikan keuntungan bagi konsumen dengan meningkatkan pilihan produk yang tersedia di pasaran. Konsumen dapat membeli barang dari negara lain yang tidak tersedia atau lebih mahal jika diproduksi di dalam negeri. Hal ini juga dapat mendorong inovasi dan peningkatan kualitas produk, karena perusahaan-perusahaan harus bersaing dengan produk-produk yang dihasilkan di negara lain.


Peningkatan kesempatan kerja

Perdagangan internasional dapat menciptakan kesempatan kerja baru dalam industri-industri yang terkait dengan ekspor dan impor. Misalnya, perusahaan-perusahaan yang mengekspor barang dapat mempekerjakan lebih banyak pekerja untuk memenuhi permintaan yang meningkat. Selain itu, perdagangan internasional juga dapat memperluas pasar bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di dalam negeri, yang pada gilirannya dapat menciptakan kesempatan kerja baru.


Meningkatkan standar hidup

Perdagangan internasional dapat membantu meningkatkan standar hidup di negara-negara yang terlibat. Hal ini dapat terjadi karena perdagangan internasional dapat membuka akses ke barang dan jasa yang lebih murah dan lebih baik. Selain itu, perdagangan internasional juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui transfer teknologi, peningkatan kualitas produk dan layanan, serta pengurangan kemiskinan melalui peningkatan kesempatan kerja.


Dalam keseluruhan, perdagangan internasional memberikan manfaat yang signifikan bagi negara-negara yang terlibat dalam kegiatan ini. Pertumbuhan ekonomi, peningkatan pilihan konsumen, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan standar hidup adalah hanya beberapa dari banyak manfaat yang dapat diperoleh dari perdagangan internasional.

Read More

Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan

Sumber Foto: oleh Pixabay dari Pexels:
https://www.pexels.com/id-id/foto/tampilan-dekat-tangan-manusia-327540
Theo Chanra Merentek

Manajemen Sumber Daya Manusia adalah aktivitas yang dilakukan oleh organisasi atau perusahaan untuk memastikan tercapainya kinerja terbaik dari sumber daya manusia yang dimiliki[1]. Sumber daya manusia yang dimaksud merupakan semua komponen individu yang terlibat di dalam organisasi, termasuk seorang karyawan ataupun serikat pekerja [2]. Dalam proses perencanaan dan pelaksanaan manajemen sumber daya manusia, organisasi harus melakukan analisis terhadap berbagai faktor yang memengaruhi produktivitas dan kualitas karyawannya. Salah satu komponen yang dimaksud adalah faktor yang berhubungan dengan kompetensi dan perilaku karyawan[3].


Oleh karena itu, dalam praktik sehari-hari, aktivitas manajemen sumber daya manusia berfokus pada pengembangan organisasi melalui rencana kebijakan, pelaksanaan kegiatan [4]training dan development, penggunaan perangkat teknologi informasi, dan pemanfaatan keahlian atau keterampilan yang dimiliki oleh sumber daya manusia demi peningkatan produktivitas dan kualitas kerja. Dalam proses merencanakan dan melaksanakan manajemen sumber daya manusia, organisasi harus melakukan analisis terhadap berbagai faktor yang memengaruhi produktivitas dan kualitas karyawannya.


Salah satu komponen yang dimaksud adalah faktor yang berhubungan dengan kompetensi dan perilaku karyawan. Oleh karena itu, dalam praktik sehari-hari, aktivitas manajemen sumber daya manusia berfokus pada pengembangan organisasi melalui rencana kebijakan, pelaksanaan kegiatan training dan development, penggunaan perangkat.[5]


Perilaku karyawan dapat digolongkan dalam beberapa kategori yaitu; motivasi, kepribadian, sikap, dan keterampilan. Motivasi merupakan dorongan yang mendorong seseorang untuk mencapai sesuatu dengan melakukan kegiatan yang bersifat baik. Motivasi juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas dan kinerja karyawan. Sikap adalah cara seseorang memperlakukan sesuatu dan perilaku menunjukkan cara seseorang memenuhi kebutuhannya. Keterampilan adalah kemampuan khusus yang diperlukan oleh seseorang dalam melakukan pekerjaan tertentu secara produktif[6]


Oleh karena itu, apabila ada masalah dalam kinerja karyawan, suatu perusahaan harus memeriksa motivasi dan sikapnya serta kemampuan atau keterampilannya. Apabila ada masalah dalam kemampuan kerja, suatu perusahaan harus memeriksa motivasi dan sikapnya serta faktor-faktor lain yang memengaruhi kinerja karyawan seperti kebijakan perusahaan, sistem payroll, gaji dan jam kerja karyawan, kesempatan belajar dan pengembangan keterampilan, tunjangan kerja, dan ruang kerja.


Daftar Pustaka

Djogo, O. Y.. (2022, July 15). Peran manajemen sumber daya manusia pada kinerja karyawan di masa pandemi covid-19. Jppi (Jurnal Penelitian pendidikan Indonesia), 8(2), 218. https://doi.org/10.29210/020221310

Sahri, S., Putri, D. M., & Syahyuni, S.. (2022, July 1). INFLUENCE OF COMPETENCE, ORGANIZATIONAL CULTURE, AND COMMITMENT ON EMPLOYEE PERFORMANCE AT PT. PLN (PERSERO) UIP3B SUMATERA UPT PALEMBANG. Ecobisma (Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Manajemen), 9(2), 135-143. https://doi.org/10.36987/ecobi.v9i2.2781

Ferdiyono, J. R., & Santoso, D.. (2018, December 7). PENGARUH REMUNERASI, KEPUASAN KERJA DAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZEN BEHAVIOR SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA SEKSI BPKB DITLANTAS POLDA JATENG. Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis, 11(3), 240. https://doi.org/10.26623/jreb.v11i3.1145

Karina, N. K., & Ardana, I. K.. (2020, February 3). PENGARUH TALENT MANAGEMENT TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA KARYAWAN. E-Jurnal manajemen Universitas Udayana, 9(2), 487. https://doi.org/10.24843/ejmunud.2020.v09.i02.p05

Mengenal Konsep dan Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia. (n.d). https://katadata.co.id/agung/berita/624198c269c47/mengenal-konsep-dan-fungsi-manajemen-sumber-daya-manusia/

Dewi, D. A., Senen, S. H., & Masharyono, M.. (2018, December 11). GAMBARAN KEMAMPUAN, LINGKUNGAN KERJA SOSIAL DAN KINERJA KARYAWAN. Journal of Business Management Education (Jbme), 3(3), 145-154. https://doi.org/10.17509/jbme.v3i3.14318

Read More

Tuesday, April 02, 2019

Tanda WhatsApp Kita Diblokir Mantan atau Teman


WhatsApp merupakan satu aplikasi pesan singkat yang banyak digemari karena  memiliki banyak fitur. Satu di antaranya fitur pemblokiran yang dapat dimanfaatkan untuk memblokir pesan atau nomor yang dirasa menganggu. Yang menarik dari fitur ini, pemblokiran nomor di WhatsApp terjadi diam-diam alias tidak ada notifikasi sama sekali.

Sehingga pengguna lain tidak tahu, kalau seseorang memblokir kontak kita atau tidak. Apalagi, bila kita diblokir, kita tetap masih bisa mengirim pesan pada yang bersangkutan. Berikut beberapa cara yang bisa kamu untuk mengidentifikasinya.

1.    Cobalah mengirim pesan
Untuk mencari tahu apakah diblokir atau tidak, cobalah mengirim pesan pada teman yang diduga memblokirmu. Bila langsung muncul tanda centang dua, artinya kamu tidak diblokir. Sementara bila sekian lama hanya centang satu, itu artinya ada kemungkinan kontakmu diblokir.

Kelemahan dari cara ini adalah, bisa saja si penerima sedang berada di daerah yang sinyalnya kurang baik sehingga membuat pesanmu masih centang satu. Pesan baru masuk alias centang dua bila ia berada di daerah dengan sinyal yang lebih baik.

2.    Perhatikan penanda waktu

Cara kedua, kamu bisa melihat penanda waktu alias time stamp yang biasanya muncul di bawah kontak. Pada kolom time stamp, biasanya muncul tulisan Last Online, lengkap dengan waktu kapan si pengguna aktif di WhatsApp.

Bila kamu diblokir, penanda waktu tersebut tidak akan bisa dilihat. Kelemahan dari cara ini, banyak dari kita yang menonaktifkan fitur Last Seen atau Last Online. Sehingga sekali pun kita tidak diblokir, kita tetap tidak tahu kapan si pengguna terakhir membuka WhatsApp.

3.    Cek foto profil
Cara selanjutnya, cobalah untuk melihat foto profilnya. Biasanya, pengguna yang diblokir tidak akan bisa melihat foto profil orang yang memblokirnya. Kolom foto akan berisi bingkai kosong. Indikator kedua, bila kamu yakin si pengguna mengunggah foto profil baru, tetapi kamu tidak bisa melihat perubahannya, kemungkinan kamu sudah diblokir.

4.    Cari status Banyak dari kita yang menambahkan informasi di pada kolom status pada profil dan kontak WhatsApp.
Nah, bila tidak ada status yang ditampilkan, seperti Online atau Available, ada kemungkinan kamu sudah diblokir.

5.    Telepon via WhatsApp

Call Cara terakhir, cobalah telepon menggunakan fitur WhatsApp Call. Bila teleponmu masuk ke nomor WhatsApp tujuan, bisa menjadi indikasi kamu tidak diblokir. Kelemahannya, baik diblokir maupun tidak, teleponmu masih bisa terhubung dengan nada sambung. Bila kamu sudah berulangkali menelepon dan tidak ada respon, artinya kamu sudah diblokir.

• Belum Banyak yang Tahu, Begini Cara Membaca Pesan WhatsApp yang Sudah Dihapus Teman Yang harus kamu ingat, satu indikator belum tentu jadi indikasi apakah kamu diblokir atau tidak.

Namun, bila cara 1 hingga 5 sudah kamu cek selama beberapa kali dan tidak ada perubahan, itu artinya kamu benar-benar diblokir. Selamat mencoba.

Read More

Tuesday, March 26, 2019

5 Tips Cara Meningkatkan Daya Ingat Bagi Kamu Sering Lupa


Setiap orang pernah sekali atau sering kebiasaan lupa akan sesuatu. Rasanya seperti bertambahnya usia, pikiran dan ingatan kita tidak berfungsi seperti dulu. Tetapi apakah itu benar, atau adakah cara untuk meningkatkan daya memori? Faktanya adalah bahwa aspek-aspek tertentu dari fungsi otak dan kemampuan memori tidak selalu terkait dengan bertambahnya usia. 
Pilihan gaya hidup dan apakah kita menerapkan teknik peningkatan memori dalam kehidupan kita sehari-hari berkontribusi pada kesehatan otak kita secara keseluruhan dan kemampuan kita untuk mengingat informasi baru dan lama. Jadi kami bertanya-tanya: Apakah mungkin untuk menangkal penurunan memori yang sepertinya sudah terjadi? Bagaimana kita dapat meningkatkan daya memori? 
Nah, kami menemukan 10 trik dan strategi mengasah pikiran yang dapat meningkatkan daya ingat:

1. Dapatkan Tidur yang cukup

Tidur adalah waktu kunci bagi otak untuk memperkuat hubungan antara neuron, sehingga membantu kita mengingat lebih banyak tugas kita. Aturan praktis: Dapatkan 7-8 jam tidur setiap hari termasuk tidur siang. Para ahli berpendapat bahwa jika  hanya melakukan satu hal untuk meningkatkan daya ingat , lebih banyak tidurlah yang seharusnya. Jika  sulit tidur cepat, minumlah secangkir susu hangat setengah jam sebelum tidur.
 2. Olah raga
Secara harfiah. Olahraga meningkatkan denyut jantung dan membuat darah mengalir ke otak , sehingga menjaga daya ingat tetap tajam. Berlari, berenang, bersepeda - segala bentuk olahraga - selama setidaknya 30 menit membantu memperbesar hippocampus, yang dianggap sebagai 'pusat memori otak'. 
Faktanya, aktivitas fisik yang membutuhkan koordinasi tangan-mata atau keterampilan motorik yang kompleks sangat bermanfaat untuk pembangunan otak. Jika kamu tidak punya waktu untuk latihan penuh, lakukan 10 menit berjalan kaki di sekitar blok dalam jadwal kamu atau beberapa jumping jacks. 
 3. Jangan Multitasking 
Ternyata, otak sebenarnya bukan multitask. Alih-alih, ia mengalihkan fokus dari satu hal ke hal lain, itulah sebabnya mengapa sulit untuk membaca buku dan mengadakan percakapan pada saat yang sama. Multitasking akan memperlambat, jadi buat titik untuk berkonsentrasi pada tugas yang ada. Ini penting. 
Penelitian menyarankan untuk mengatakannya dengan lantang: "Saya meninggalkan kunci saya di lemari", dll. Sehingga otak dapat memprosesnya. Otak  sebenarnya membutuhkan sekitar delapan detik untuk melakukan sepotong informasi ke memori.
 4. Gunakan Suplemen
Ashwagandha ,  dikenal karena meningkatkan daya ingat karena membantu mencegah kerusakan sel Ashwagandha dapat diambil dalam bentuk bubuk atau tablet. Ini juga meningkatkan fungsi memori otak seperti perhatian dan konsentrasi, sehingga membantu dengan gejala Parkinson, Alzheimer dan neurodegeneratif lainnya.
Minyak ikan, juga telah dikaitkan dengan mendorong pertumbuhan neuron dan menurunkan risiko demensia. Minyak ikan mengandung DHA, asam lemak omega-3 yang membantu meningkatkan daya ingat kamu.
 
5. Meditasi adalah Kunci 

Menurut sebuah studi tahun 2015 dari Pusat Pemetaan Otak UCLA, otak mulai menurun pada usia 20-an dan terus menurun baik dalam ukuran maupun volume. Bermeditasi secara teratur menunda penurunan kognitif dan mencegah penyakit neurodegeneratif seperti Demensia , Alzheimer, dan Parkinson. 
Meditasi menghasilkan muatan positif dalam materi kelabu otak yang lembur, yang penting untuk daya ingat, pembelajaran, dan kesadaran diri. Selain itu, meditasi telah terbukti mengurangi stres, yang dapat melakukan sejumlah ingatan.

Read More

Friday, November 16, 2018

Peran Orang Tua dan Mutu Pendidikan

Banyak cara yang dapat dilakukan sekolah dalam menjalin hubungan dengan masyarakat, seperti melalui media, komite sekolah, atau paguyuban orang tua. Pada era teknologi seperti sekarang, banyak media yang dapat dipilih sekolah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hubungan dengan orang tua peserta didik, dari media cetak sampai media berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Sekolah juga sudah mempergunakan komite sekolah sebagai wadah untuk mengoptimalkan peran serta orang tua dalam mendukung dan mewujudkan mutu pendidikan. Sangat disayangkan bahwa komite sekolah belum maksimal dalam mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan.

Hal ini didukung berbagai hasil kajian yang menyimpulkan di bawah 50% komite sekolah masih kurang berperan dalam pengembangan dan implementasi program sekolah. Keterlibatan komite sekolah hanya dominan pada aspek tertentu yang terkesan tidak bernilai.

Untuk menyempurnakan peran komite sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan, perlu dibentuk paguyuban, yang sering disebut komunitas. Paguyuban merupakan bentuk kehidupan bersama yang anggota-anggotanya memiliki ikatan hubungan emosional dan alami.

Paguyuban bukanlah sebuah organisasi. Organisasi adalah wadah yang di dalamnya terdapat sekumpulan dua orang atau lebih yang bersifat formal, memiliki tujuan yang jelas dan terukur, serta memiliki visi tertentu. Paguyuban tidak demikian, karena lebih mengarah ke sebuah perkumpulan komunitas alamiah, yang terbentuk karena adanya rasa kepedulian dan empati terhadap sebuah program.

Nilai dasar dari hubungan ini diikat dalam bentuk wadah yaitu paguyuban. Paguyuban orang tua sebagai kelompok sosial orang tua peserta didik di sekolah mempunyai hubungan kekerabatan dan kekeluargaan dan bertujuan membangun, menumbuhkan, dan meningkatkan partisipasi, kepedulian, dan tanggung jawab orang tua melalui saran, ide, dan masukan terhadap penyelenggaraan program pendidikan di sekolah. Dasar hubungan mereka karena adanya pemikiran yang sama, yaitu untuk peningkatan mutu pendidikan.

Paguyuban Orang Tua

Paguyuban orang tua di sekolah dapat bekerja sama dengan komite sekolah untuk menyusun sebuah perencanaan program serta melaksanakan perencanaan dan mengevaluasi program sekolah. Paguyuban juga dapat mendukung pembelajaran di kelas dalam wujud pemikiran, tenaga, dan finansial serta sebagai mediator orang tua siswa dengan wali kelas dan guru.

Paguyuban orang tua dapat memberikan sumbangan ide untuk menginspirasi peserta didik khususnya dan juga warga sekolah lainnya. Paguyuban orang tua tentunya memiliki keahlian yang heterogen, sehingga dapat dimanfaatkan keahlian mereka untuk terlibat dalam kegiatan akademik dan nonakademik. Ketidakharmonisan komunikasi antarorang tua dengan pendidik serta wali kelas dan antarpendidik dengan peserta didik dapat terurai dengan kehadiran paguyuban orang tua.

Kesuksesan anggota paguyuban dapat dijadikan sumber belajar bagi peserta didik. Mereka bisa sebagai narasumber dalam berbagai kegiatan dan berbagi pengalaman dalam acara-acara formal lainnya. Mereka juga dapat masuk kelas untuk mendampingi guru membelajarkan materi tertentu yang dirasa penting dan sulit diapresiasikan oleh pendidik.

Sebab, tidak menutup kemungkinan, pendidik tidak paham terhadap materi-materi tertentu. Dengan demikian, tidak akan terjadi tidak tersampaikannya materi itu kepada peserta didik. Hal ini jika terwujud akan memberi kemudahan bagi perancang pembelajaran, yaitu pendidik itu sendiri, untuk membawa pembelajarannya mudah dipahami peserta didik.

Manfaat untuk Pendidik

Seorang ahli desain pembelajaran menemukan beberapa masalah, yakni pendidik sering melewatkan bahkan meninggalkan beberapa kompetensi dasar (KD), yaitu tidak dibelajarkannya KD tersebut kepada peserta didik. Hal ini karena pendidik merasa tidak menguasai KD tersebut. Untuk itu, diperlukan kejujuran dari pendidik dan kesadaran untuk mencari solusi.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mendiskusikan dengan paguyuban orang tua dan meminta di antara mereka yang memiliki keahlian di bidang tersebut untuk membelajarkan KD tersebut, walaupun banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya, misalnya meminta tolong pendidik lain untuk menyampaikan KD tersebut atau meminta peserta didik yang sudah tuntas mempelajari KD tersebut untuk menyampaikannya di kelas.

Sumber belajar di kelas dapat dari mana saja dan siapa pun, tidak hanya dari pendidik pemegang mata pelajaran. Dengan harapan, akan memunculkan motivasi untuk belajar dan berprestasi. Peserta didik dalam waktu tertentu memerlukan suasana yang berbeda untuk menata konsep yang ia terima dari berbagai sumber belajar. Mereka memerlukan tantangan-tantangan yang menstimulus kognitifnya agar mampu berkreasi dan berinovasi.

Paguyuban juga dapat diundang untuk membuka dan merancang sebuah program kelas khusus untuk orang tua peserta didik. Mereka dapat saling bertukar pengalaman tentang kiat-kiat mendidik anak, pola asuh anak, serta metode belajar yang efektif dan efisien. Dengan harapan, untuk peningkatan mutu hasil belajar peserta didik.

Program ini dapat dilaksanakan di sekolah dengan terjadwal, terutama setelah ulangan tengah semester, sekaligus dijadikan umpan balik dan tindak lanjut dari hasil kemajuan belajar peserta didik. Hal ini sebagai momen yang tepat untuk pelibatan orang tua terhadap pendidikan anak.

Momen ini juga untuk menyadarkan pentingnya pendidikan keluarga terhadap kualitas hidup anak. Di program kelas khusus ini, mereka juga dapat mendiskusikan kasus dan isu-isu terkini, sehingga dapat dicegah agar tidak berdampak pada peserta didik.

Meningkatkan Kualitas

Pada akhir semester di acara kenaikan kelas, paguyuban bisa diajak untuk membuat kegiatan, misalnya pameran, pasar murah, atau pentas seni. Orang tua dapat terlibat dalam perencanaan sampai pelaksanaan kegiatan tersebut. Orang tua bahkan dapat sebagai pemberi sponsor dan donasi kegiatan ini.

Sebab, di kegiatan pameran yang dipamerkan adalah portofolio proyek dan hasil karya peserta didik, begitu juga pentas seni, yang berperan adalah anak-anak mereka, karena pada hakikatnya hasil karya mereka adalah cermin dari usaha-usahanya selama ini. Tujuannya, selain peseta didik percaya diri terhadap karya yang ia hasilkan, juga dalam rangka “menjual” sekolah kepada masyarakat.

Satu catatan penting dari pelibatan paguyuban orang tua selain untuk peningkatan mutu pendidikan adalah bahwa paguyuban orang tua akan memberi sumbangan terhadap terbentuknya nilai baik kepada peserta didik, warga sekolah, dan masyarakat luas. Semua program yang dirancang dan dilaksanakan oleh paguyuban akan menanamkan kebiasaan yang bernilai. Sebab, pendidikan nilai hanya dapat dibelajarkan kepada peserta didik melalui pembiasaan. Semoga
Read More

Thursday, October 11, 2018

Syarat Perubahan Data Mahasiswa di Forlap Ristekdikti

Laman forlap.ristekdikti.go.id atau biasa disebut laman Forlap Dikti merupakan informasi yang berasal dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) yang dikumpulan dari perguruan tinggi secara nasional yang dikelola Pusat Data dan Informasi Iptek Dikti.

Untuk mengobati rasa penasaran teman-teman atau pun mahasiswa, berikut ini syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa atau pun lulusan saat melakukan perubahan atau penggantian data mahasiswa (PDM) di laman forlap Ristekdikti dan tentunya ini diajukan ke operator atau bagian PDPT kampus agar segera diproses ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) setempat hingga ke Dikti. Berikut syarat-syaratnya:

UNTUK STATUS MAHASISWA YANG SUDAH LULUS

Untuk perubahan nama mahasiswa dengan status sudah Lulus
  • Scan Ijazah asli terakhir
  • Scan transkrip asli terakhir
  • Scan KTP asli
  • Scan akta kelahiran asli
  • Scan Kartu Keluarga asli
  • Scan surat pernyataan dari pimpinan PT asli

UNTUK STATUS MAHASISWA YANG AKTIF

Perubahan nama mahasiswa dengan status Aktif
  • Scan Ijazah asli terakhir
  • scan KTP asli
  • Scan KTM asli
  • Scan Akta kelahiran asli
  • Scan kartu keluarga asli
  • Scan surat pernyataan dari Pimpinan PT asli
Mengubah Nomor Induk Mahasiswa
  • Scan Ijazah asli terakhir
  • Scan transkrip asli
  • Scan KHS dari awal semester sampai lulus (bagi yang sudah lulus)
  • Scan KTP Asli
  • Scan KTM asli
  • Scan Akta kelahiran asli
  • Scan kartu keluarga asli
  • Surat penyataan Pimpinan asli
Jika melakukan perubahan nama bersifat total, misalnya nama laki-laki menjadi perempuan dan sebaliknya, serta perubahan seluruh komponen nama mahasiswa, maka perlu melampirkan surat keterangan dari pengadilan.

Prosedur Perubahan Data Mahasiswa

A. Persyaratan Umum:

Mengajukan surat pengantar mengenai usulan perubahan data mahasiswa dari pimpinan Perguruan Tinggi melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Direktur Bidang Akademik, atau Wakil Ketua Bidang Akademik yang disertai alasan dilakukan perubahan data mahasiswa.

B. Persyaratan Khusus :

Nomor Induk Mahasiswa
  1. KTM (Kartu Tanda Mahasiswa)
  2. Ijazah dan transkrip (jika sudah lulus)
  3. Kartu Hasil Studi (KHS)
Nama Mahasiswa
  1. Akte Kelahiran atau surat kenal lahir atau kartu keluarga, atau ijazah
  2. KTM (Kartu Tanda Mahasiswa)
  3. Ijazah dan transkrip (jika sudah lulus)
Nama Ibu Kandung

a. Akte Kelahiran atau surat kenal lahir atau kartu keluarga

Tempat Lahir
  1. Akte Kelahiran atau surat kenal lahir atau kartu keluarga, atau ijazah
  2. KTM (Kartu Tanda Mahasiswa)
  3. Ijazah dan transkrip (jika sudah lulus)
Periode Pendaftaran
  1. Surat Penerimaan Mahasiswa
Jenis Kelamin
  1. Kartu Tanda Penduduk asli dan berwarna atau
  2. Kartu Keluarga asli dan berwarna
Contoh Pengajuan Perubahan Data NIM mahasiswa masih aktif: berkas hasil pindai (scan) yang diunggah (upload) melalui aplikasi Forlap PD-DIKTI adalah sbb.
  1. Persyaratan Umum: Surat Pengantar Pimpinan PT Bidang Akademik.
  2. Persyaratan Khusus: KTM (Kartu Tanda Mahasiswa), dan Kartu Hasil Studi (KHS).
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) melakukan verifikasi, validasi dan persetujuan terhadap usulan perubahan data mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) maksimal 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung dari usulan tercatat di PD-DIKTI.
Read More

Sunday, October 07, 2018

Pembelajaran Model ASSURE

Pembelajaran Model ASSURE adalah sebuah formulasi untuk kegiatan pembelajaran yang berorientasi di kelas yang menekankan pemanfaatan teknologi dan media dengan baik agar siswa belajar secara aktif. Model ASSURE mengacu kepada Analyze learners, State objectives, Select methods, Media and materials, Utilize media and materials, Require learner participation, Evaluate and revise.

Model ASSURE dicetuskan oleh Heinich, dkk sejak tahun 1980-an dalam mendesain pelaksanaan pembelajaran di ruang kelas secara sistematis dengan memadukan penggunaan teknologi dan media yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Metode ini terus dikembangkan oleh Smaldino, dkk. sampai sekarang. Meskipun berorientasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), namun model ini tidak menyebutkan strategi pembelajaran secara eksplisit seperti halnya Pembelajaran Model ADDIE. Strategi pembelajaran dikembangkan melalui pemilihan dan pemanfaatan metode, media, bahan ajar, serta peran serta peserta didik di kelas.

Pembelajaran Model ASSURE

Model pembelajaran ASSURE sangat membantu dalam merancang program pembelajaran dengan menggunakan berbagai jenis media yang berfokus untuk menekankan pengajaran kepada peserta didik dengan berbagai gaya belajar, dan konstruktivis belajar dimana peserta didik diwajibkan untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka dan tidak secara pasif menerima informasi. Model ASSURE sangat sederhana dan relatif mudah untuk diterapkan sehingga dapat dikembangkan sendiri oleh pengajar serta peserta didik dapat dilibatkan dalam persiapan untuk kegiatan belajar mengajar.

Model pembelajaran ASSURE ini merupakan rujukan bagi pendidik dalam merencanakan dan menyusun pembelajaran secara sistematis dengan mengintegrasikan teknologi dan media sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna bagi peserta didik.

TAHAPAN TAHAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURE

Tahapan tersebut menurut Smaldino adalah sebagai berikut:

ANALYZE LEARNER (Analisis Pembelajar)

Tujuan utama dalam menganalisa termasuk pendidik dapat menemui kebutuhan belajar siswa yang urgen sehingga mereka mampu mendapatkan tingkatan pengetahuan dalam pembelajaran secara maksimal. Analisis pembelajar meliputi tiga faktor kunci dari diri pembelajar yang meliputi :

a) General Characteristics (Karakteristik Umum). Karakteristik umum siswa dapat ditemukan melalui variable yang konstan, seperti, jenis kelamin, umur, tingkat perkembangan, budaya dan faktor sosial ekonomi serta etnik. Semua variabel konstan tersebut, menjadi patokan dalam merumuskan strategi dan media yang tepat dalam menyampaikan bahan pelajaran.

b) Specific Entry Competencies ( Mendiagnosis kemampuan awal pembelajar). Penelitian yang terbaru menunjukkan bahwa pengetahuan awal siswa merupakan sebuah subyek patokan yang berpengaruh dalam bagaimana dan apa yang dapat mereka pelajari lebih banyak sesuai dengan perkembangan psikologi siswa (Smaldino dari Dick,carey& carey,2001). Hal ini akan memudahkan dalam merancang suatu pembelajaran agar penyamapain materi pelajaran dapat diserap dengan optimal oleh peserta didik sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

c) Learning Style (Gaya Belajar). Gaya belajar yang dimiliki setiap pembelajar berbeda-beda dan mengantarkan peserta didik dalam pemaknaan pengetahuan termasuk di dalamnya interaksi dengan dan merespon dengan emosi ketertarikan terhadap pembelajaran. Terdapat tiga macam gaya belajar yang dimiliki peserta didik, yaitu: 1. Gaya belajar visual (melihat) yaitu dengan lebih banyak melihat seperti membaca 2. Gaya belajar audio (mendengarkan), yaitu belajar akan lebih bermakna oleh peserta didik jika pelajarannya tersebut didengarkan dengan serius, 3. Gaya belajar kinestetik (melakukan), yaitu pelajaran akan lebih mudah dipahami oleh peserta didik jika dia sudah mempraktekkan sendiri.


STATE STANDARDS AND OBJECTIVES (Menentukan Standard Dan Tujuan)

Tahap selanjutnya dalam ASSURE model adalah merumuskan tujuan dan standar. Dengan demikian diharapkan peserta didik dapat memperoleh suatu kemampuan dan kompetensi tertentu dari pembelajaran. Dalam merumuskan tujuan dan standar pembelajaran perlu memperhatikan dasar dari strategi, media dan pemilihan media yang tepat.

a) Pentingnya Merumuskan Tujuan dan Standar dalam Pembelajaran

Dasar dalam penilaian pembelajaran ini menujukkan pengetahuan dan kompetensi seperti apa yang nantinya akan dikuasai oleh peserta didik. Selain itu juga menjadi dasar dalam pembelajaran siswa yang lebih bermakna. Sehingga sebelumnya peserta didik dapat mempersiapkan diri dalam partisipasi dan keaktifannya dalam pembelajaran.

Ada beberapa alasan mengapa tujuan perlu dirumuskan dalam merancang suatu program pembelajaran seperti yang dijelaskan oleh Wina Sanjaya (2008 : 122-123) berikut ini :
  • Rumusan tujuan yang jelas dapat digunakan untuk mengevaluasi efektifitas keberhasilan proses pembelajaran.
  • Tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai pedoman dan panduan kegiatan belajar siswa
  • Tujuan pembelajaran dapat membantu dalam mendesain sistem pembelajaran
  • Tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai kontrol dalam menentukan batas-batas dan kualitas pembelajaran.

b) Tujuan Pembelajaran yang Berbasis ABCD

Menurut Smaldino,dkk.,setiap rumusan tujuan pembelajaran ini haruslah lengkap. Kejelasan dan kelengkapan ini sangat membantu dalam menentukan model belajar, pemanfaatan media dan sumber belajar berikut asesmen dalam KBM. Rumusan baku ABCD tadi dijabarkan sebagai berikut:
  • A = audience. Pembelajar atau peserta didik dengan segala karakterisktiknya. Siapa pun peserta didik, apa pun latar belakangnya, jenjang belajarnya, serta kemampuan prasyaratnya sebaiknya jelas dan rinci.
  • B = behavior. Perilaku belajar yang dikembangkan dalam pembelajaran. Perlaku belajar mewakili kompetensi, tercermin dalam penggunaan kata kerja. Kata kerja yang digunakan biasanya kata kerja yang terukur dan dapat diamati.
  • C = conditions. Situasi kondisi atau lingkungan yang memungkinkan bagi pembelajar dapat belajar dengan baik. Penggunaan media dan metode serta sumber belajar menjadi bagian dari kondisi belajar ini. Kondisi ini sebenarnya menunjuk pada istilah strategi pembelajaran tertentu yang diterapkan selama proses belajar mengajar berlangsung.
  • D = degree. Persyaratan khusus atau kriteria yang dirumuskan baku sebagai bukti bahwa pencapaian tujuan pembelajaran dan proses belajar berhasil. Kriteria ini dapat dinyatakan dalam persentase benar (%), menggunakan kata-kata seperti tepat/benar, waktu yang harus dipenuhi, kelengkapan persyaratan yang dianggap dapat mengukur pencapaian kompetensi.

c) Tujuan Pembelajaran dan Perbedaan Individu

Berkaitan dengan kemampuan individu dalam menuntaskan atau memahami sebuah materi yang diberikan. Individu yang tidak memiliki kesulitan belajar dengan yang memiliki kesulitan belajar pasti memiliki waktu ketuntasan terhadap materi yang berbeda. Untuk mengatasi hal tersebut, maka timbullah mastery learning (kecepatan dalam menuntaskan materi tergantung dengan kemampuan yang dimiliki tiap individu.


SELECT STRATEGIES, TECHNOLOGY, MEDIA, AND MATERIALS (Memilih, Strategi, Teknologi, Media dan Bahan ajar)

Langkah selanjutnya dalam membuat pembelajaran yang efektif adalah mendukung pemblajaran dengan menggunakan teknologi dan media dalam sistematika pemilihan strategi, teknologi dan media dan bahan ajar.

a). Memilih Strategi Pembelajaran

Pemilihan strategi pembelajaran disesuaikan dengan standar dan tujuan pembelajaran. Selain itu juga memperhatikan gaya belajar dan motivasi siswa yang nantinya dapat mendukung pembelajaran. Strategi pembelajaran dapat mengandung ARCS model (Smaldino dari Keller,1987). ARCS model dapat membantu strategi mana yang dapat membangun Attention (perhatian) siswa, pembelajaran berhubungan yang Relevant dengan keutuhan dan tujuan, Convident , desain pembelajaran dapat membantu pemaknaan pengetahuan oleh siswa dan Satisfaction dari usaha belajar siswa.

Strategi pembelajaran dapat terlebih dahulu menentukan metode yang tepat. Beberapa metode yang dianjurkan untuk digunakan ialah (Dewi Salma Prawiradilaga, 2007):
Belajar Berbasis Masalah (problem-based learning). Metode belajar berbasis masalah melatih ketajaman pola pikir metakognitif, yakni kemampuan stratregis dalam memecahkan masalah.
Belajar Proyek (project-based learning). Belajar proyek adalah metode yang melatih kemampuan pebelajar untuk melaksanakan suatu kegiatan di lapangan. Proyek yang dikembangkan dapat pekerjaan atau kegiatan sebenarnya atau berupa simulasi kegiatan.
Belajar Kolaboratif. Metode belajar kolaboratif ditekankan agar pebelajar mampu berlatih menjadi pimpinan dan membina koordinasi antar teman sekelasnya.

b) Memilih Teknologi dan Media yang sesuai dengan Bahan Ajar

Kata Media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar. Menurut Lesle J.Brigges dalam Sanjaya (2008 : 204) menyatakan bahwa media adalah alat untuk perangsang bagi peserta didik dalam proses pembelajaran. Selanjutnya Rossi dan Breidle dalam Sanjaya (2008 : 204) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk tujuan pendidikan, seperti radio, televisi, buku, koran, majalah dan sebagainya. Sedangkan menurut Gerlach, media bukan hanya berupa alat atau bahan saja, tetapi hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan. Media itu meliputi orang, bahan, peralatan atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap.

Bentuk media adalah bentuk fisik dimana sebuah pesan digabungkan dan ditampilkan. Bentuk media meliputi, sebagai contoh, diagram (gambar diam dan teks) slide ( gambar diam lewat proyektor) video (gambar bergerak dalam TV), dan multimedia komputer (grafik, teks, dan barang bergerak dalam TV) Setiap media itu mempunyai kekuatan dan batasan dalam bentuk tipe dari pesan yang bisa direkam dan ditampilkan. Memilih sebuah bentuk media bisa menjadi sebuah tugas yang kompleks-merujuk kepada cakupan yang luas dari media yang tersedia, keanekaragaman siswa dan banyak tujuan yang akan dicapai.

Memilih format media dan sumber belajar yang disesuaikan dengan pokok bahasan atau topik. Peran media pembelajaran menurut Smaldino:
  • Memilih , Mengubah, dan Merancang Materi
  • Memilih Materi yang tersedia
  • Melibatkan Spesialis Teknologi/Media
  • Menyurvei Panduan Referensi Sumber dan Media
  • Mengubah Materi yang ada
  • Merancang Materi Baru

UTILIZE TECHNOLOGY, MEDIA AND MATERIALS (Menggunakan Teknologi, Media dan Bahan Ajar)

Sebelum memanfaatkan media dan bahan yang ada, sebaiknya mengikuti langkah-langkah seperti dibawah ini,yaitu:
  1. Preview materi. Pendidik harus melihat dulu materi sebelum menyampaikannya dalam kelas dan selama proses pembelajaran pendidik harus menentukan materi yang tepat untuk audiences dan memperhatikan tujuannya.
  2. Siapkan bahan. Pendidik harus mengumpulkan semua materi dan media yang dibutuhkan pendidik dan peserta didik. Pendidik harus menentukan urutan materi dan penggunaan media. Pendidik harus menggunakan media terlebih dahulu untuk memastikan keadaan media.
  3. Siapkan lingkungan. Pendidik harus mengatur fasilitas yang digunakan peserta didik dengan tepat dari materi dan media sesuai dengan lingkungan sekitar.
  4. Peserta didik. Memberitahukan peserta didik tentang tujuan pembelajaran. Pendidik menjelaskan bagaimana cara agar peserta didik dapat memperoleh informasi dan cara mengevaluasi materinya.
  5. Memberikan pengalaman belajar. Mengajar dan belajar harus menjadi pengalaman. Sebagai guru kita dapat memberikan pengalaman belajar seperti : presentasi di depan kelas dengan projector, demonstrasi, latihan, atau tutorial materi.

REQUIRE LEARNER PARCIPATION (Mengembangkan Partisipasi Peserta Didik)

Tujuan utama dari pembelajaran adalah adanya partisipasi siswa terhadap materi dan media yang kita tampilkan. Seorang guru pada era teknologi sekarang dituntut untuk memiliki pengalaman dan praktik menerapkan, menganalisis, men-sintesis, dan mengevaluasi ketimbang sekedar memahami dan member informasi kepada siswa. Ini sejalan dengan gagasan konstruktivis bahwa belajar merupakan proses mental aktif yang dibangun berdasarkan pengalaman yang autentik, dimana para siswa akan menerima umpan balik informative untuk mencapai tujuan mereka dalam belajar.

EVALUATE AND REVISE (Mengevaluasi dan Merevisi)

Penilaian dan perbaikan adalah aspek yang sangat mendasar untuk mengembangkan kualitas pembelajaran. Penilaian dan perbaikan dapat berdasarkan:
  1. Penilaian Hasil Belajar Siswa,
  2. Penilaian Hasil Belajar Siswa yang Otentik,
  3. Penilaian Hasil Belajar Portofolio
  4. Penilaian Hasil Belajar yang Tradisional / Elektronik.
  5. Menilai dan Memperbaiki Strategi, teknologi dan Media
Revisi Strategi, Teknologi, dan Media.

Ada beberapa fungsi dari evaluasi antara lain :
  • Evaluasi merupakan alat yang penting sebagai umpan balik bagi siswa.
  • Evaluasi merupakan alat yang penting untuk mengetahui bagaimana ketercapaian siswa dalam menguasai tujuan yang telah ditentukan.
  • Evaluasi dapat memberikan informasi untuk mengembangkan program kurikulum.
  • Informasi dari hasil evaluasi dapat digunakan siswa secara individual dalam mengambil keputusan.
  • Evaluasi berguna untuk para pengembang kurikulum khususnya dalam menentukan tujuan khusus yang ingin dicapai
  • Evaluasi berfungsi sebagai umpan balik untuk orang tua,guru,pengembang kurikulum,pengambil kebijakan .

DAFTAR PUSTAKA

Smaldino, Sharon. Lowter, Deborah. Russel, James D. 2011. Teknologi Pembelajaran dan Media untuk Belajar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Read More